OPU DAENG KEMASI, Kurang dikenal dibanding saudara-saudaranya, namun tetap memainkan peran penting dalam petualangan mereka.
Setelah tiga hari Daeng Menambun dan Daeng Kemasi menetap di kerajaan Sambas, Sultan Umar Akamuddin mengutus kerabat diraja Sambas dan tujuh orang kyai bertemu dengan mereka untuk memaklumkan bahwa baginda berhasrat di antara salah seorang dari mereka diangkat sebagai menantu baginda dan menetap di sini. Mendengar hal itu, Daeng Menambun menyatakan bahwa beliau menyandang gelaran sebagai Pangeran Emas Seri Negara di kerajaan Matan dan menyatakan bahwa Daeng Kemasi masih belum menikah. Penuturan Daeng Menambun adalah seperti berikut "Ini ada adik saya Daeng Kemasi, belum juga berumah-rumah. Jikalau suka Sultan Adil memeliharakan, saya pun turut suka juga, sama-sama mencarikannya jalan yang kebajikan. Jikalau ada diberi Allah, diterimalah seperti kehendak Sultan itu".
Selanjutnya utusan dari istana Sambas itu menghadap dan menyampaikan berita gembira kepada Sultan Umar Akamuddin I. Beberapa hari kemudian, Daeng Kemasi menikah dengan Raden Tengah binti Sultan Umar Akamuddin I, Sultan Umar Akamuddin I berasa amat gembira kerana hasrat baginda tercapai. Setelah hari pernikahan ke tujuh, Daeng Kemasi dilantik sebagai Pangeran Mangkubumi di kerajaan Sambas.

Komentar
Posting Komentar